jump to navigation

OPTICAL DVD Universal PVR502W April 11, 2014

Tags: ,
add a comment
optical-dvd-universal-pvr502w-OPTICAL DVD PVR502W UNTUK DVD : 

Aiwa CX-VX77,Akai DVD A-3491 ,
Bimatek D-1245 VKP , Elta DVD1103R,
Hyundai H-HT5106, LG LH-T6446,dll.


  • Tracking error signal detection: DVD: 1-beam method, CD: 3-beam method
  • Astigmatic method used for focus error signal detection.
  • Part Number : PVR-502W ( 23 Pins)
  • Pin connection : 23 Pins 2.6-2.7 CM
  • Notice: This PVR-502W with 23 pins connection,Not 24 pins.The 24 pins connection one is PVR-502W-GV


  • Aiwa CX-VX77 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins
  • Akai DVD A-3491 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • Bimatek D-1245 VKP ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • Elta DVD1103R ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • Hyundai H-HT5106 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • LG DK373 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    LG DKS-6100 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    LG DKS-6100B ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    LG DV7721P ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    LG DX599XB ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    LG LH-D6230 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    LG LH-D6530 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    LG LH-DK6540 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    LG LH-T6345 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    LG LH-T6446 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    LG VK661WK ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • NONAME (Sony) DVD-7300 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • Oniks DVD-559A ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • Red Star 230K ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • Rolsen RDV-850 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • Samsung DVD-P355K ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    Samsung DVD-P750 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    Samsung DVD-V7000K ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    Samsung DVD-V7500K/XEV ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    Samsung DVD-V7550K ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    Samsung DVD-V8050K ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • Sitronics DV-4050 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • SYNEX MHT-N219 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • Tevion DR2004 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • Thomson DVD656KT ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
  • Toshiba SD-570SA2 ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)
    Toshiba SD-K380SA ( 23P PVR-502W-GV 23 Pins)

Jika anda membutuhkan optik dvd dari merk tertentu dan part number tertentu, silahkan kontak CS kami via SMS/whatsapp di No : 085624257039, BB Pin. 759C0C7F/ 76274BE9 ,, Ym:zhillanmujiran, email : orderkomponenelektronika@gmail.com.  Untuk informasi lebih detil klik sini


Optic DVD SOH-DL6 April 11, 2014

Tags: , ,
add a comment


Optic DVD SOH-DL6 compatible

DVD Merk : Samsung,Sanyo,Vitron,dll.

Jika Anda membutuhkan DVD Optic dengan Part Number tertentu atau Merk tertentu silahkan Hubungi CS kami via Whatsapp atau SMS di : 085624257039, BB Pin. 76274BE9 / 759C0C7F atau email : orderkomponenelektronika@gmail.com. Untuk Informasi lebih detil KLIK SINI

IC ES3207FP Video Driver VCD/DVD April 11, 2014

Tags: ,
add a comment

IC ES3207FP Video Driver VCD/DVD
IC ini terdapat di bagian MPEG Board pada DVD anda.

The ES3207 Video CD/DVD Companion Chip provides an
optimal system design for a Video CD player or a DVD
The ES3207, which is an enhanced version of the pincompatible
ES3205, integrates most of the required
analog discrete components into a simple, cost-effective
solution and interfaces directly to the ES3210 (Video CD)
or ES3308 (DVD). No glue logic or external microcontroller
is required.
The ES3207 features include a high-quality NTSC/PAL
Digital Video Encoder (DVE), echo, echo reverb,
3DSound, surround sound, video and audio DACs, and a
PLL clock synthesizer. There are three 9-bit video DACs
(one for composite video output and two for S-video
outputs) and two 16-bit sigma-delta audio DACs for
interfacing with current sound systems.
The DVE generates composite and S-video analog
signals. Color Space Conversions (CSC) are provided to
match the input data to the required output format, then
the data is filtered to meet the selected video standards. In
addition, the ES3207 is equipped with a remote control
interface for power on/off, microphone ports, auxiliary
ports, and an interface for accessing internal registers.
Figure 1 shows a block diagram of a typical stand-alone
system using the ES3210 Video CD Processor Chip or the
ES3308 MPEG2 Audio/Video Decoder Chip and an
ES3207 Video CD Companion Chip.
• Multi-standard TV encoder:
– CCIR601 non-square operation
– NTSC/PAL formats
– Master video mode
– 8-bit interface for YCrCb (4:2:2) input format
– Simultaneous composite and S-video output
– Interlaced operation
• Audio DACs:
– Two 16-bit sigma-delta DACs
– Accepts I2S format data
– Programmable functions
• 3DSound and surround sound
• Remote control interface for power on/off
• Digitally controlled echo with up to 168 ms delay
• Vocal reverb for theater acoustical effects
• Dual microphone input
• Clock synthesizer (PLL):
– Based on 27 MHz crystal input
– Generates required clocks for video encoder, audio
DAC, echo and surround sound, and video
• Device Serial Communication (DSC) port for command
issued/register access
• Power management
• 100-Pin PQFP
• Single 5 V power supplyDatasheet Lengkap klik link berikut ini :
Jika anda membutuhkan , silahkan hubungi Customer Service kami via Telp/SMS/Whatsapp di No : 0856 2425 7039, BB Pin 759C0C7F /76274BE9, atau email : orderkomponenelektronika@gmail.com.

Untuk informasi lebih detil bisa KLIK DISINI

K50T60 IGBT April 9, 2014

Posted by jiranmujiran in IGBT, KOMPONEN ELEKTRONIKA.
Tags: , , , , , , , , ,
add a comment

Jual IGBT K50T60 

  600V 50A 333W TO247 equivalent IKW50N60 IKW50N60T W50N60




Jika anda membutuhkan komponen IGBT dengan part number tertentu silahkan hubungi Customer Service via SMS/Telpon/Whatsapp di No. 0856 2425 7039, Bbm Pin.76274BE9 / 759C0C7F atau email : orderkomponenelektronika@gmail.com

Untuk informasi lebih lanjut bisa KLIK DISINI

1N5819 Schottky Diode April 9, 2014

Posted by jiranmujiran in DIODA, KOMPONEN ELEKTRONIKA.
Tags: , , , , , , , ,
add a comment


Jual Dioda 1N5819, 1N5818, 1N5817, 1N5819 ( Schottky Diode ) |

Call. 0856 2425 7039 |Pin. 759C0C7F


Datasheet : 1N5819 Schottky Diode


Max. Forward Voltage 0.55V
Max. Reverse Voltage 40V
Max. Forward Current 1A
Max. Reverse Current 0.5mA

Tersedia beberapa jenis diode dan beberapa part number diode diantaranya :





Jika anda membutuhkan Diode dengan jenis, type dan part number tertentu, silahkan hubungi Customer Service kami via SMS/Telp/Whatsapp di No. 0856 2425 7039 Pin BB.759C0C7F  atau email : orderkomponenelektronika@gmail.com

Untuk lebih jelas  bisa KLIK DISINI

1N4002 – 1A 100V Silicon Rectifier (Min 20Pcs) April 9, 2014

Posted by jiranmujiran in DIODA, KOMPONEN ELEKTRONIKA.
Tags: , , , , , , , ,
add a comment



Jual Dioda 1N4002 – 1A 100V Silicon Rectifier |

Call . 0856 2425 7039 | Pin. 759C0C7F



Tersedia beberapa jenis diode dan beberapa part number diode diantaranya :





Jika anda membutuhkan Diode dengan jenis, type dan part number tertentu, silahkan hubungi Customer Service kami via SMS/Telp/Whatsapp di No. 0856 2425 7039 Pin BB.759C0C7F  atau email : orderkomponenelektronika@gmail.com.

Untuk lebih detil bisa KLIK DISINI

1N5408- 3A 1000V Rectifier Diode (Min 10Pcs) April 9, 2014

Posted by jiranmujiran in DIODA, KOMPONEN ELEKTRONIKA.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Jual Dioda 1N5408- 3A 1000V Rectifier Diode 

Call. 0856 2425 7039 | Pin. 759C0C7F


1N5408 3A 1000V Rectifier Diode, 3 Amp 1KV

Tersedia beberapa jenis diode dan beberapa part number diode diantaranya :





Jika anda membutuhkan Diode dengan jenis, type dan part number tertentu, silahkan hubungi Customer Service kami via SMS/Telp/Whatsapp di No. 0856 2425 7039 Pin BB.759C0C7F  atau email : orderkomponenelektronika@gmail.com.

Untuk lebih detil bisa KLIK DISINI

SOLID STATE RELAY S108T01 April 9, 2014

Posted by jiranmujiran in DIODA, KOMPONEN ELEKTRONIKA.
Tags: , , , , , , ,
add a comment




Call. 0856 2425 7039 | Pin. 759C0C7F



Tersedia beberapa jenis diode dan beberapa part number diode diantaranya :





Jika anda membutuhkan Diode dengan jenis, type dan part number tertentu, silahkan hubungi Customer Service kami via SMS/Telp/Whatsapp di No. 0856 2425 7039 Pin BB.759C0C7F  atau email : orderkomponenelektronika@gmail.com.

Untuk lebih detil bisa KLIK DISINI

Tips Handycam – Camcorder CCD atau 3CCD April 7, 2009

Posted by jiranmujiran in Uncategorized.
1 comment so far
handycamTips Handycam – Camcorder CCD atau 3CCD
Menjelang liburan pertengahan tahun ini, tak sedikit orang yang bingung ketika akan memutuskan membeli camcorder untuk merekam akitvitas keluarganya nanti. Merk A menawarkan camcorder dengan sensor CCD yang mencapai 1.5 megapixel. Sementara merk B hanya memiliki 270.000 pixel, namun mengunggulkan fitur 3CCD yang katanya mampu menghasilkan video berkualitas. Manakah sebenarnya camcorder yang yang harus di beli? Bukankan 1.5 megapixel lebih bagus dibanding 270 ribu pixel? Lalu mengapa camcorder berpixel kecil namun memiliki 3CCD tersebut malah lebih mahal?

CCD, atau charge coupled device adalah bagian dari kamera/camcorder yag berfungsi menangkap cahaya dari dunia luar, dan kemudian menerjemahkan dalam kode biner nol dan satu, hingga akhirnya menghasilkan gambar atau video digital. Untuk kamera digital, makin banyak pixel, maka secara teori makin besar dan makin bagus pula gambar yang dihasilkan. Namun bagaimana dengan video? Ternyata pixel yang besar tidak selalu berarti kualtas video akan semakin baik. Mengapa?

Untuk fungsi still, baik kamera digital maupun camcorder mampu memaksimalkan seluruh kemampuan pixel yang dimilikinya, karena tidak ada batasan tampilan resolusi pada layar monitor/TV. Sedangkan untuk video, pixel yang dibutuhkan menjadi sangat terbatas, 270/680 ribu pixel misalnya. Hal ini karena komponen pada camcorder (yaitu CCD plus tape) hanya mampu memproses informasi sebanyak itu pada satu waktu. Lalu apa untungnya menggunakan 3CCD jika resolusi akhir yang dihasilkan tidak jauh berbeda?

Sebenarnya, apa yang Anda lihat pada layar LCD tidaklah sama dengan apa yang ditangkap oleh CCD. CCD hanya menangkap gambar hitam dan putih saja. Gambar itu kemudian diolah oleh filter khusus hingga menjadi sinyal merah, hijau dan biru (RGB). Ibarat sebuah saringan, satu lubang hanya diperuntukkan untuk satu warna saja, sehingga dua warna lainnya tidak bisa menempati lubang yang sama. Sehingga, dua warna tersebut tidak akan diolah lebih lanjut dan akhirnya warna yang dihasilkanpun kurang alami. Betapapun ukuran CCD telah diperbesar, namun karena penyerapan warna yang kurang sempurna, maka video yang dihasilkanpun sulit untuk menjadi sebaik camcorder ber CCD tiga.

Nah, dengan adanya tiga CCD, setiap warna red, green dan blue, masing-masing akan diarahkan ke tiap CCD yang berbeda, sehingga boleh dikatakan hampir setiap warna diserap oleh camcorder. Sebuah prisma khusus akan mengkonversi dan membagi cahaya yang masuk menjadi tiga jenis warna RGB, dan kemudian tiap warna akan diteruskan pada satu CCD. Hasil gambar yang diperoleh akan memperlihatkan detail gambar yang tajam dengan akurasi warna yang lebih tinggi.

Lalu apa lagi keunggulan 3CCD? Kehebatan CCD tidak hanya dilihat dari jumlah pixelnya saja, tapi juga dilihat dari kemampuannya merekam dalam kondisi pencahayaan minim. Standar ukuran pencahayaan ini disebut juga lux rating. Satu lux sama dengan cahaya dari satu buah lilin. Meskipun camcorder biasa (1CCD) mampu merekam dengan lux rating rendah (1-3), namun biasanya akan kehilangan kontras dan warna (kehijau-hijauan). Penggunaan 3CCD akan membuat camcorder menjadi lebih peka cahaya, sehingga hasil rekaman di tempat gelap akan menghasilkan gambar yang lebih natural dengan detil yang baik serta noise yang lebih rendah.

Nah, jadi Anda jangan hanya terfokus pada besarnya pixel yang dimiliki sebuah camcorder, tapi yang lebih penting adalah ukuran fisik CCD itu sendiri, dan jika memungkinkan camcorder 3CCD dapat menjadi pilihan. Saat ini camcorder dengan 3CCD sudah semakin murah dan bahkan tidak jauh berbeda dengan harga camcorder ber-CCD tunggal.

source : www.majalahdigicom.com

OSCILOSCOPE April 2, 2009

Posted by jiranmujiran in Uncategorized.
add a comment


Osiloskop adalah sebuah perangkat atau alat bantu yang biasa digunakan untuk menganalisa frekuensi yang terdapat didalam perangkat elektronika juga memetakan sinyal listrik. Pada kebanyakan aplikasi, grafik yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana sinyal berubah terhadap waktu. Seperti yang bisa anda lihat pada gambar di bawah ini ditunjukkan bahwa pada sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V, pada sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t.
Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak skala besar dalam arah vertikal dan 10 kotak dalam arah horizontal. Tiap kotak dibuat skala yang lebih kecil. Sejumlah tombol pada osiloskop digunakan untuk mengubah nilai skala-skala tersebut.


Osiloskop ‘Dual Trace’ dapat memperagakan dua buah sinyal sekaligus pada saat yang sama. Cara ini biasanya digunakan untuk melihat bentuk sinyal pada dua tempat yang berbeda dalam suatu rangkaian elektronik. Kadang-kadang sinyal osiloskop juga dinyatakan dengan 3 dimensi. Sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V dan sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. Tambahan sumbu Z merepresentasikan intensitas tampilan osiloskop. Tetapi bagian ini biasanya diabaikan karena tidak dibutuhkan dalam pengukuran.


Wujud/bangun dari osiloskop mirip-mirip sebuah pesawat televisi dengan beberapa tombol pengatur. kecuali terdapat garis-garis(grid) pada layarnya.


Osiloskop analog Goodwill seri 622 G
Apa Saja yang dapat diukur dengan Osiloskop?
Osiloskop sangat penting untuk analisa rangkaian elektronik. Osiloskop penting bagi para montir alat-alat listrik, para teknisi dan peneliti pada bidang elektronika dan sains karena dengan osiloskop kita dapat mengetahui besaran-besaran listrik dari gejala-gejala fisis yang dihasilkan oleh sebuah transducer. Para
teknisi otomotif juga memerlukan alat ini untuk mengukur getaran/vibrasi pada sebuah mesin. Jadi dengan osiloskop kita dapat menampilkan sinyal-sinyal listrik yang berkaitan dengan waktu. Dan banyak sekali teknologi yang berhubungan dengan sinyal-sinyal tersebut.
Contoh beberapa kegunaan osiloskop :
Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangakaian listrik.
Membedakan arus AC dengan arus DC.
Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu.

Fungsi dari tiap-tiap bagian:

1. POSITION : Untuk mengatur posisi berkas signal arah vertical untuk channel 1.

2. DC. BAL : Untuk menyeimbangkan DC vertical guna pemakaian channel 1(atau Y ), Penyetelan dilakukan sampai posisi gambar diam pada saat variabel diputar.

3. INPUT : Terminal masukan pada saat pengukuran pada CH 1 juga digunakan untuk Kalibrasi.

4. AC ? GND ? DC  Posisi AC = Untuk megukur AC, objek ukur DC tidak bisa diukur melalui Posisi ini, karena signal DC akan terblokir oleh kapasitor. Posisi GND = Terminal ini terbuka dan berkas merupakan garis nol/lived nol. Posisi DC = Untuk mengukur tegangan DC dan masukan-masukan yang lain.

5. VOLT/DIV : Sakelar putar untuk memilih besarnya tegangan per cm (volt/div) pada layar CRT, ada II tingkat besaran tegangan yang tersedia dari 0,01 v/div s.d 20V/div

6 VARIABLE : Untuk mengontrol sensitifitas arah vertical pada CH 1 (Y). pada putaran maksimal Ke arah jarum jam (CAL) gunanya untuk mengkalibrasi mengecek apakah Tegangan 1 volt tepat 1 cm pada skala layar CRT.

7 MODE (CH 1, CH 2, DUAL, ADD, SUB)  CH 1 : Jika signal yang diukur menggunakan CH 1, maka posisi switch pada CH 1 dan berkas yang nampak pada layar hanya ada satu. CH 2 : Jika signal yang diukur menggunakan CH 2, maka posisi switch pada CH 2 dan berkas yang nampak pada layar hanya satu.DUAL : Yaitu suatu posisi switch apabila hendak mengunakan CH 1 dan CH 2Secara bersamaan, dan pada layar pun akan tampak dua berkas.  ADD : Bentuk gelombang dari kedua channel masukan yang dapat dijumlahkan Secara aljabar dan penjumlahannya dapat dilihat dalam bentuk satu Gambar.  SUB : Masukan dengan polaritas terbaik pada CH 2, ditambah masukan CH 1, Maka perbedaan secara aljabar akan tampak satu gambar pada layar. Apabila CH 1 tidak diberi signal masukan, maka bentuk gelombang Dengan polaritas terbaik dari channel 2 akan tampak.

8. LED PILOT LAMP : Lampu indicator untuk power masuk, apabila switch ILLUM diputar ke on.

9. ILLUM : Bila diputar berlawanan jarum jam maksimum, maka power AC akan mati dan jika Ke kanan, maka power AC akan masuk dengan ditandai LED pilot lampu menyala.

10. INTENSITY : Untuk mengatur gelap atau terangnya berkas sinar supaya enak pada penglihatan. Diputar ke kiri untuk memperlemah sinar dan apabila diputar ke kanan akan membuat terang

11. FOCUS : Untuk memperkecil/menebalkan berkas sinar atau garis untuk mendapatkan Gambar yang lebih jelas.

12. ASTIG : Pengaturan astigmatisma adalah untuk memperoleh titik cahaya yang lebih baik Ketika menyetel FOCUS

13. EXT-TRIG : Terminal dari sinkronisasi eksternal tegangan eksternal yang lebih dari IV peak To peak harus menggunakan switch SOURCE di set pada posisi EXT.

14. SOURCE : Sakelar dengan tiga posisi untuk memilih tegangan sinkronisasi.CH 1 : Huruf akan sinkron dengan masukan gelombang dari CH 1.  Jika menggunakan CH 1 hendaklah switch source ditetapkan pada CH 1.CH 2 : Sweep akan sinkron dengan masukan gelombang dari CH 2. apabilamenggunakan CH 2 hendaknya switch source diletakkan pada CH 2. Sweep CH 1 dan CH 2 akan sikron pula pada saat menggunakan DC/AC. EXT : Sweep akan sikron dengan masukan signal dari luar melalui Terminal EXT + TR 16 (19).

15. SYNC : Sakelar pemisah sinkronisasi.

15. LEVEL; Mengontrol sync level adalah mengatur phase sync untuk menentukan bentuk titik awal gelombang signal.

16. PULL AUTO : Dengan mencabut pemutar level sweep akan sedikit terganggu.bentuk gelombang – tidak diam selama tidak menggunakan signal trigger,yang nampak hanyalah garis lurus dan ini akan terjadi bila signal teriger masuk.

17 POSITION. :Untuk menyetel kekiri dan kekanan berkas gambar ( posisi arah horizontal ) Switch pelipat sweep dengan menarik knop ,bentuk gelombang dilipatkan 5 Kali lipat kearah kiri dan kearah kanan usahakan cahaya seruncing mungkin.

18. SWEEP TIME /DIV; Yaitu untuk memilih skala besaran waktu dari suatu priode atau pun square trap Cm (div ) sekitar 19 tingkat besaran yang tersedia terdiri dari 0,5 s/d 0,5 second. pengoperasian X-Y didapatkan dengan memutar penuh kearah jarum jam. perpindahan Chop-ALT-TVV-TVH. secara otomatis dari sini. Pembacaan kalibrasi sweep time/div juga dari sini dengan cara variabel diputar penuh searah jarum jam.

19. VARIABEL; Digunakan untuk menyetel sweeptime pada posisi putaran maksimum arah jarum jam. ( CAL ) tiap tingkat dari 19 posisi dalam keadaan terkalibrasi .

20. CAL IV PP : Yaitu terminal untuk mengkalibrasi voltage frequency chanel 1 dan chanel 2 Dimana untuk frequency 1 Khz tegangan harus 1 volt P-P.

21. AC VOLTAGE SELECTOR ; Untuk menyetel tegangan listrik 110 Volt atau 220 Volt.

22. INT MOD : Teminal intensitas Brightness

Osiloskop berguna untuk: melihat karaktrer tegangan gelombang secara visual, ada beberapa jenis tegangan gelombang yang akan diperlihatkan pada layar monitor osiloskop .

1) Gelombang sinusoida

2) Gelombang blok

3) Gelombang gigi gergaji

4) Gelombang segitiga.

Untuk dapat menggunakan osiloskop, harus bisa memahaami tombol-tombol yg ada pada pesawat perangkat ini,seperti telah diutarakan diatas.

Secara umum osiloskop hanya untuk circuit osilator ( VCO ) disemua perangkat yg menggunakan rangkaian VCO.

Walau sudah berpengalaman dalam hal menggunakan osiloskop, kita harus mempelajari tombol instruksi dari pabrik yg mengeluarkan alat itu.

Untuk mengukur:

Volt dari ( tiap jenis tegangan gelombang.)

Besaran gelombang frequency

Betuk gelombang frequency.

W a k t u ( time )

F a s a

Tegangan tinggi maksimum

Tegangan tinggi minimum.

Lengkung dan cacat modulasi ( audio )

Cara menghitung frequency tiap detik.

Dengan rumus sbb ; F = 1/T

F = freq

T = waktu


Tombol Umum:

On/Off : Untuk menghidupkan/mematikan Oscilloscope
Ilumination : Untuk menyalakan lampu latar.
Intensity : Untuk mengatur terang/gelapnya garis frekuensi
Focus : Untuk mengatur ketajaman garis frekuensi
Rotation : Untuk mengatur posisi kemiringan rotasi garis frekuensi
CAL : Frekuensi Sample yg dpt diukur utk mengkalibrasi Oscilloscope

Tombol di Vertikal Block :

Position : Untuk mengatur naik turunnya garis.
V. Mode : Untuk mengatur Channel yg dipakai
Ch1 : Menggunakan Input Channel1
Ch2 : menggunakan Input Channel 2
Alt : (Alternate) menggunakan bergantian Channel1 dan Channel 2
Chop : Menggunakan potongan dari Channel 1 dan Channel2
Add : Menggunakan penjumlahan dari Ch1 dan Ch2
Coupling : Dipilih sesuai input Channel yg digunakan,
Source : Sumber pengukuran bisa dari Channel1 atau Channel2
Slope : Normal digunakan yang +. Gunakan yang – untuk kebalikan gelombang.
AC-GND-DC : Pilih AC utk gelombang bolak-balik (peak to peak)
Pilih DC utk gelombang/tegangan searah DC.

Pilih GND utk menonaktifkan gelombang mis:Utk menentukan posisi awal
VOLTS/DIV : Untuk menentukan skala vertikal tegangan dlm satu kotak/DIV Vertikal.

Tombol di Horizontal Block :

Position : Untuk mengatur posisi horizontal dari garis gelombang.
TIME/DIV : Untuk megatur skala frekuensi dlm satu kotak/DIV Horizontal.
X10 MAG : Untuk memperbesar/ Magnificient frekuensi menjadi 10x lipat.
Variable : Untuk mengatur kerapatan gelombang horizontal.
Trigger Level : Untuk mengatur agar frekuensi tepat terbaca.

Rumus frekuensi dengan Time(Waktu):
Frekuensi satuannya Hertz (Hz)
Time satuannya Detik/Second (s)

f = 1

T = 1

M = mega (1.000.000) 1 MHz >< 1 µS
K = kilo (1000) 1 KHz >< 1 mS
m = mili (1/1000) 1 Hz >< 1 S
µ = mikro (1/1.000.000)

Setting tombol yang biasa saya gunakan untuk pengukuran frekuensi (Jadi gak perlu milih2 lagi) :

26 Mhz dan 13 Mhz dan 38,4 Mhz
Volts/Div : 20m Volt
Time/Div : Mentok ke kanan

32 Khz Crystal (Sebelum masuk CCONT)
Volts/Div : 20mV atau 50mV
Time/Div : 20 µS (Boleh juga 0,1mS / 50 µS / 10 µS)

32 Khz Sleep Clock (Sesudah masuk CCONT)
Volts/Div : 1 Volts
Time/Div : 20 µ S

Volts/Div : 0,2 Volts
Time/Div : 1 mS

SClk (Synthetizer Clock) 3V
Volts/Div : 1 Volt
Time/Div : 0,1mS atau bebas.

Volts/Div : 0,5 Volts
Time/Div : mentok ke kanan.

Kalibrasi Oscilloscope
Pada umumnya, tiap osiloskop sudah dilengkapi sumber sinyal acuan untuk kalibrasi. Sebagai contoh, osiloskop GW tipe tertentu mempunyai acuan gelombang persegi dengan amplitudo 2V peak to peak dengan frekuensi 1 KHz.
Misalkan kanal 1 yang akan dikalibrasi, maka BNC probe dihubungkan ke terminal masukan kanal 1, seperti ditunjukkan pada gambar berikut:


[Gambar di atas menggunakan probe 1X, dengan ujung probe yang merah dihubungkan ke terminal kalibrasi. Capit buaya yang hitam tidak perlu dihubungkan ke ground osiloskop karena sudah terhubung secara internal. Pada layar osiloskop akan nampak gelombang persegi. Atur tombol kontrol VOLTS/DIV dan TIME/DIV sampai diperoleh gambar yang jelas dengan amplitudo 2 V peak to peak dengan frekuensi 1 KHz., seperti ditunjukkan pada gambar berikut:


Gunakan tombol kontrol posisi vertikal V-pos untuk menggerakkan seluruh gambar dalam arah vertikal dan tombol horizontal H-pos untuk menggerakkan seluruh gambar dalam arah horizontal. Cara ini dilakukan agar letak gambar mudah dilihat dan dibaca.


Cara Kerja Osiloskop Analog
Pada saat osiloskop dihubungkan dengan sirkuit, sinyal tegangan bergerak melalui probe ke sistem vertical. Pada gambar ditunjukkan diagram blok sederhana suatu osiloskop analog.


Bergantung kepada pengaturan skala vertikal(volts/div), attenuator akan memperkecil sinyal masukan sedangkan amplifier akan memperkuat sinyal masukan.
Selanjutnya sinyal tersebut akan bergerak melalui keping pembelok vertikal dalam CRT(Cathode Ray Tube). Tegangan yang diberikan pada pelat tersebut akan mengakibatkan titik cahaya bergerak (berkas elektron yang menumbuk fosfor dalam CRT akan menghasilkan pendaran cahaya). Tegangan positif akan menyebabkan titik tersebut naik sedangkan tegangan negatif akan menyebabkan titik tersebut turun.
Sinyal akan bergerak juga ke bagian sistem trigger untuk memulai sapuan horizontal (horizontal sweep). Sapuan horizontal ini menyebabkan titik cahaya bergerak melintasi layar. Jadi, jika sistem horizontal mendapat trigger, titik cahaya melintasi layar dari kiri ke kanan dengan selang waktu tertentu. Pada kecepatan tinggi titik tersebut dapat melintasi layar hingga 500.000 kali per detik.
Secara bersamaan kerja sistem penyapu horizontal dan pembelok vertikal akan menghasilkan pemetaan sinyal pada layar. Trigger diperlukan untuk menstabilkan sinyal berulang. Untuk meyakinkan bahwa sapuan dimulai pada titik yang sama dari sinyal berulang, hasilnya bisa tampak pada gambar berikut :


Pada saat menggunakan osiloskop perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Tentukan skala sumbu Y (tegangan) dengan mengatur posisi tombol Volt/Div pada posisi tertentu. Jika sinyal masukannya diperkirakan cukup besar, gunakan skala Volt/Div yang besar. Jika sulit memperkirakan besarnya tegangan masukan, gunakan attenuator 10 x (peredam sinyal) pada probe atau skala Volt/Div dipasang pada posisi paling besar.
2. Tentukan skala Time/Div untuk mengatur tampilan frekuensi sinyal masukan.
3. Gunakan tombol Trigger atau hold-off untuk memperoleh sinyal keluaran yang stabil.
4. Gunakan tombol pengatur fokus jika gambarnya kurang fokus.
5. Gunakan tombol pengatur intensitas jika gambarnya sangat/kurang terang.

Kinerja Osiloskop
Istilah yang dijelaskan pada bagian ini akan sering digunakan untuk membicarakan kehandalan sebuah osiloskop.

Lebar Pita (Bandwidth)

Spesifikasi bandwidth menunjukan daerah frekuensi yang dapat diukur oleh osiloskop dengan akurat.
Sejalan dengan peningkatan frekuensi, kapabilitas dari osiloskop untuk mengukur secara akurat semakin menurun. Berdasarkan perjanjian, bandwidth menunjukkan frekuensi ketika sinyal yang ditampilkan tereduksi menjadi 70.7% dari sinyal sinus yang digunakan. (angka 70.7% mengacu pada titik “-3 dB”, sebuah istilah yang berdasar pada skala logaritmik).

Rise Time
Rise Time adalah cara lain untuk menjelaskan daerah frekuensi yang berguna dari sebuah osiloskop. Perubahan sinyal rendah ke tinggi yang cepat, pada gelombang persegi, menunjukkan rise time yang tinggi. Rise time menjadi sebuah pertimbangan penting ketika digunakan dalam pengukuran pulsa dan sinyal tangga. Sebuah osiloskop hanya dapat menampilkan pulsa yang risetime-nya lebih rendah dari rise time osiloskop.

Sensitivitas Vertikal
Sensitivitas vertikal menunjukan berapa kemampuan penguatan vertikal untuk memperkuat sinyal lemah. Sensitivitas vertikal biasanya bersatuan mVolt/div. Sinyal terlemah yang dapat ditangkap oleh osiloskop umumnya adalah 2 mV/div.

Kecepatan Sapuan (Sweep Speed)
Untuk osiloskop analog, spesifikasi ini menunjukkan berapa cepat “trace” dapat menyapu sepanjang layar, yang memudahkan untuk mendapatkan detail dari sinyal. Kecepatan sapuan tercepat dari sebuah osiloskop biasanya bersatuan nanodetik/div (ns/Div)

Akurasi Gain
Akurasi penguatan menunjukkan seberapa teliti sistem vertikal melemahkan atau menguatkan sebuah sinyal.

Basis Waktu dan Akurasi Horizontal
Akurasi horizontal menunjukkan seberapa teliti sistem horizontal menampilkan waktu dari sinyal. Biasanya hal ini dinyatakan dengan % error.

Sample Rate
Pada osiloskop digital, sampling rate menunjukkan laju pencuplikan yang bisa ditangkap oleh ADC (tentu saja sama dengan osiloskop). Sample rate maksimum ditunjukkan dengan megasample/detik (MS/s). Semakin cepat osiloskop mencuplik sinyal, semakin akurat osiloskop menunjukkan detil suatu sinyal yang cepat. Sample rate minimum juga penting jika diperlukan untuk melihat perubahan kecil sinyal yang berlangsung dalam waktu yang panjang.

Resolusi ADC (Resolusi Vertical)
Resolusi dari ADC (dalam bit) menunjukkan seberapa tepat ADC dapat mengubah tegangan masukan menjadi nilai digital.

Panjang Record
Panjang record dari sebuah osiloskop digital menunjukkan berapa banyak gelombang dapat disimpan dalam memori. Tiap gelombang terdiri dari sejumlah titik. Titik-titik ini dapat disimpan dalam sebuah record gelombang. Panjang maksimum dari record bergantung dari banyaknya memori dalam osiloskop. Karena osiloskop hanya dapat menyimpan dalam jumlah yang terbatas ada pertimbangan antara detail record dan panjang record. Karena itu kita dapat memperoleh sebuah gambaran detil untuk waktu yang pendek atau gambaran yang kurang mendetil untuk jangka waktu yang lebih lama. Pada Beberapa osiloskop kita dapat menambahkan memori untuk meningkatkan panjang record.

Panel Kendali
Perhatikan bagian depan. Bagian ini dibagi atas 3 bagian lagi yang diberi nama Vertical, Horizontal, and Trigger. Osilosokop anda mungkin mempunyai bagian-bagian tambahan lainnya tergantung pada model dan tipe osiloskop (analog atau digital). Perhatikan bagian input. Bagian ini adalah tempat anda memasukkan input. Kebanyakan osiloskop paling sedikit mempunyai 2 input dan masing-masing input dapat menampilkan tampilan gelombang di monitor peraga. Penggunaan secara bersamaan digunakan untuk tujuan membandingkan.


Tampilan Depan Panel Kontrol

Pelajari kegunaan tombol-tombol berikut ini:

1. Tombol kontrol Volts/Div dengan pengatur tambahan untuk kalibrasi
2. Tombol Time/Div dengan pengatur tambahan untuk kalibrasi
3. Pastikan lokasi terminal untuk sinyal kalibrasi.
4. Tombol Trigger atau Hold Off
5. Tombol pengatur intensitas dan pengatur fokus.
6. Pengatur posisi gambar arah vertikal (V pos.) dan arah horizontal (H pos.)
7. Jika menggunakan osiloskop “Dual Trace”, ada selektor kanal 1, 2, atau dual.
8. Pastikan lokasi terminal masukan kanal 1 dan kanal 2.
Ini semua adalah penjelasan umum dalam persiapan osiloskop. Jika anda belum yakin bagaimana melakukan ini semua, kembali lihat manual yang tersertakan ketika membeli osiloskop. Bagian kontrol menggambarkan kontrol-kontrol secara detil.

Pengendali Horizontal
Gunakan pengendali horizontal untuk mengatur posisi dan skala pada bagian horizontal gelombang. Gambar berikut menunjukkan jenis panel depan dan penala layar untuk mengatur bagian horizontal.

gambar101Kontrol Horizontal
Tombol Posisi
Tombol posisi horizontal menggerakkan gambar gelombang dari sisi kiri ke kanan atau sebaliknya sesuai keinginan kita pada layar.
Tombol Time / Div ( time base control)
Tombol kontrol Time/div memungkinkan untuk mengatur skala horizontal. Sebagai contoh, jika skala dipilih 1 ms, berarti tiap kotak(divisi) menunjukkan 1 ms dan total layar menunjukkan 10 ms(10 kotak horisontal). Jika satu gelombang terdiri dari 10 kotak, berarti periodanya adalah 10 ms atau frekuensi gelombang tersebut adalah 100 Hz. Mengubah Time/div membuat kita bisa melihat interval sinyal lebih besar atau lebih kecil dari semula, pada layar osiloskop, gambar gelombang akan ditampilkan lebih rapat atau renggang.
Seringkali skala Time/Div dilengkapi dengan tombol variabel (fine control) untuk mengatur skala horsiontal.. Tombol ini digunakan untuk melakukan kalibrasi waktu..

Pengendali Vertikal
Pengendali ini digunakan untuk merubah posisi dan skala gelombang secara vertikal. Osiloskop memiliki pula pengendali untuk mengatur masukan coupling dan kondisi sinyal lainnya yang dibahas pada bagian ini. Gambar 1 menunjukkan tampilan panel depan dan menu on-screen untuk kontrol vertikal.


Kontrol Vertikal
Tombol Posisi
Tombol posisi vertikal digunakan untuk menggerakkan gambar gelombang pada layar ke arah atas atau ke bawah.

Tombol Volts / Div
Tombol Volts / div menagtur skala tampilan pada arah vertikal. Pemilihan posisi. Misalkan tombol Volts/Div diputar pada posisi 5 Volt/Div, dan layar monitor terbagi atas 8 kotak (divisi) arah vertikal. Berarti, masing-masing divisi (kotak) akan menggambarkan ukuran tegangan 5 volt dan seluruh layar dapat menampilkan 40 volt dari dasar sampai atas. Jika tombol tersebut berada pada posisi 0.5 Volts/dDiv, maka layar dapat menampilkan 4 volt dari bawah sampai atas, dan seterusnya. Tegangan maksimum yang dapat ditampilkan pada layar adalah nilai skala yang ditunjukkan pada tombol Volts/Div dikali dengan jumlah kotak vertikal. Jika probe yg digunakan menggunakan faktor pelemahan 10x, maka tegangan yang terbaca harus dikalikan 10.
Seringkali skala Volts/Div dilengkapi dengan tombol variabel penguatan( variable gain) atau fine gain control. Tombol ini digunakan untuk melakukan kalibrasi tegangan.

Masukan Coupling
Coupling merupakan metoda yang digunakan untuk menghubungkan sinyal elektrik dari suatu sirkuit ke sirkuit yang lain. Pada kasus ini, masukan coupling merupakan penghubung dari sirkuit yang sedang di tes dengan osiloskop. Coupling dapat ditentukan/diset ke DC, AC, atau ground. Coupling AC menghalangi sinyal komponen DC sehingga terlihat bentuk gelombang terpusat pada 0 volts. Gambar 2 mengilustrasikan perbedaan ini. Coupling AC berguna ketika seluruh sinyal (arus bolak balik dan searah) terlalu besar sehingga gambarnya tidak dapat ditampilkan secara lengkap.


Masukan coupling AC dan DC
Setting ground memutuskan hubungan sinyal masukan dari sistem vertikal, sehingga 0 volts terlihat pada layar. Dengan masukan coupling tang di-ground kandan auto trigger mode (mode picu otomatis), terkihat garis horisontal pada layar yang menggambarkan 0 volts. Pergantian dari DC ke ground dan kemudian baik lagi berguna untuk pengukuran tingkat sinyal tegangan.

Filter Frekuensi
Kebanyakan osiloskop dilengkapi dengan rangkaian filter frekuensi. Dengan membatasi frekuensi sinyal yang boleh masuk memungkinkan untuk mengurangi noise/gangguan yang kadang-kadang muncul pada tampilan gelombang, sehingga didapat tampilan sinyal yang lebih baik.

Pembalik Polaritas
Kebanyakan osiloskop dilengkapi dengan pembalik polaritas sinyal, sehingga tampilan gambar berubah fasanya 180 derajad.

Alternate and Chop Display
Pada osiloskop analog, misal dua kanal, ada dua cara untuk menampilkan sinyal gelombang secara bersamaan. Mode bolak-balik (alternate) menggambar setiap kanal secara bergantian. Mode ini digunakan dengan kecepatan sinyal dari medium sampai dengan kecepatan tinggi, ketika skala times/div di set pada 0.5 ms atau lebih cepat.

Mode chop menggambar bagian-bagian kecil pada setiap sinyal ketika terjadi pergantian kanal. Karena pergantian kanal terlalu cepat untuk diperhatikan, sehingga bentuk gelombang tampak kontinu. Untuk mode ini biasanya digunakan dengan sinyal lambat dengan kecepatan sweep 1ms per bagian atau kurang. Gambar 3 menunjukkan perbedaan antara 2 mode tersebut. Seringkali berguna untuk melihat sinyal dengan ke dua cara, Untuk meyakinkan didapat pandangan terbaik, cobalah kedua cara tersebut.

Panel Kendali Vertikal



Pengukuran Fasa
Bagian pengontrol horizontal memiliki mode XY sehingga kita dapat menampilkan sinyal input dibandingkan dengan dasar waktu pada sumbu horizontal. (Pada beberapa osiloskop digital digunakan mode setting tampilan).

Fase gelombang adalah lamanya waktu yang dilalui dimulai dari satu loop hingga awal dari loop berikutnya. Diukur dalam derajat. Phase shift menjelaskan perbedaan dalam pewaktuan antara dua atau lebih sinyal periodik yang identik.
Salah satu cara mengukur beda fasa adalah menggunakan mode XY. Yaitu dengan memplot satu sinyal pada bagian vertikal(sumbu Y) dan sinyal lain pada sumbu horizontal(sumbu X). Metoda ini akan bekerja efektif jika kedua sinyal yang digunakan adalah sinyal sinusiodal. Bentuk gelombang yang dihasilkan adalah berupa gambar yang disebut pola Lissajous(diambil dari nama seorang fisikawan asal Perancis Jules Antoine Lissajous dan diucapkan Li-Sa-Zu). Dengan melihat bentuk pola Lissajous kita bisa menentukan beda fasa antara dua sinyal. Juga dapat ditentukan perbandinga frekuensi. Gambar di bawah ini memperlihatkan beberapa pola Lissajous denagn perbandingan frekuensi dan beda fasa yang berbeda-beda.


Pola Lissajous
Bagian ini telah menjelaskan dasar-dasar teknik pengukuran. Pengukuran lainnya membutuhkan setting up osiloskop untuk mengukur komponen listrik pada tahapan lebih mendalam,melihat noise pada sinyal, membaca sinyal transien, dan masih banyak lagi aplikasi lainnya. Teknik pengukuran yang akan kita gunakan bergantung jenis aplikasinya, tetapi kita telah mempelajari cukup banyak untuk seorang pemula. Praktek menggunakan osiloskop dan bacalah lebih banyak mengenai hal ini. Dengan terbiasa maka pengoperasian dan pengukuran akan menjadi lebih mudah

Pengukuran Waktu dan Frekuensi
Ambil waktu pengukuran dengan menggunakan skala horizontal pada osiloskop. Pengukuran waktu meliputi perioda, lebar pulsa(pulse width), dan waktu dari pulsa. Frekuensi adalah bentuk resiprok dari perioda, jadi dengan mengukur perioda frekuensi akan diketahui, yatu satu per perioda. Seperti pada pengukuran tegangan, pengukuran waktu akan lebih akurat saat meng-adjust porsi sinyal yang akan diukur untuk mengatasi besarnya area pada layar. Ambil pengukuran waktu sepanjang garis horizontal pada tengah-tengah layar, atur time/div untuk memperoleh pengukuran yang lebih akurat.

Pengukuran Waktu Pada Skala Tengah Horizontal dan contoh animasi penggunaan pengaturan waktu
Pada banyak aplikasi, informasi mendetil tentang pulsa sangatlah penting. Pulsa bisa mengalami distorsi dan menyebabkan rangkaian digital menjadi malfungsi, dan pewaktuan pulsa pada jalannya seringkali signifikan.

Pengukuran standard pulsa adalah mengenai pulse width dan pulse rise time. Rise time adalah waktu yang diperlukan pulsa saat bergerak dari tegangan low ke high. Dengan aturan pengukuran rise time ini diukur dari 10% hingga 90% dari tegangan penuh pulsa. Hal ini mengeliminasi ketidakteraturan pada sudut transisi pulsa. Hal ini juga menjelaskan kenapa pada kebanyakan osiloskop memiliki 10% hingga 90% penandaan pada layarnya. Lebar pulsa adalah lamanya waktu yang diperlukan saat bergerak dari low ke high dan kembali ke low lagi. Dengan aturan lebar pulsa terukur adalah 50% tegangan penuh.

Titik Pengukuran Waktu dan Pulsa
Pengukuran pulsa seringkali memerlukan penalaan yang baik yaitu trigerring. Untuk lebih meguasai pengukuran pulsa, anda harus mempelajari bagaimana menggunakan trigger hold off untuk mengeset osiloskop digital intuk menangkap pretrigger data, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya pada sesi pembahasan kontrol.

Dari Berbagai Sumber & Pengalaman Pribadi –